Sebuah rumah di Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, terlihat kosong dan tak terurus. Sudah lebih dari 10 tahun rumah itu tak berpenghuni. Jika malam tiba, suasana di sekitarnya nampak seram. Semakin membuat bulu kuduk merinding jika mendengar berbagai cerita menakutkan dari rumah milik pasangan Sukijan dan Suratin tersebut.


Apalagi sempat viral di youtube sebuah cerita mistis terkait dengan rumah bercat putih yang banyak ditumbuhi pohon bambu kuning itu. Kabar yang beredar, suatu hari, sebelum Ramadan 2017, ada seseorang membeli motor di sebuah diler di kawasan Lodoyo. Setelah membayar lunas, si pembeli memberi alamat tempat motor itu dikirim.

 

Si pembeli mengaku bernama Indah, beralamat di RT 2 RW 1, Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro. Alamat itu tak lain adalah rumah kosong milik Sukijan. Malam itu juga pihak diler mengirim motor ke rumah Indah. Menurut pengakuan petugas yang mengirim motor, saat itu ia melihat rumah tersebut tampak mewah dengan pagar tinggi. Setelah menurunkan motor, pegawai diler langsung pamitan.  

Namun keesokan harinya saat pegawai diler hendak mengirimkan surat-surat motor itu, ia kontan kebingungan. Karena rumah mewah yang dilihatnya semalam telah berubah menjadi rumah kosong yang banyak ditumbuhi semak. Pegawai diler itu celingungan, karena tak dilihat seorang pun di rumah tersebut.  Karena penasaran, pegawai itu melongok lewat jendela. Ia ingin memastikan apa motor yang dikirimnya semalam masih berada di rumah itu. Ternyata nihil. Motornya telah raib.

Anehnya, beberapa hari kemudian ada warga di sekitar rumah itu yang kebetulan jualan ayam mendapat pesanan dari seorang wanita bernama Indah. Katanya Indah memesan 2 ekor ayam untuk selamatan beli motor baru. Uang untuk beli ayam sudah dibayar, tapi ayam yang dipesan tak pernah diambil.

Sebelumnya berbagai cerita tentang keangkeran rumah itu banyak didengar warga Desa Karangsono. Katanya pernah ada tukang ojek dari Stasiun Blitar yang menurunkan wanita cantik di rumah itu. Begitu turun dari motor, wanita itu langsung lenyap. Si tukang ojek hanya bisa celingukan karena upahnya belum dibayar.

Kali lain, seorang penjual nasi goreng keliling dihentikan oleh wanita persis di depan rumah kosong tersebut. Tanpa curiga, penjual nasi goreng itu melayaninya. Namun setelah nasi goreng selesai dimasak, ia menjadi kebingungan karena si pembeli telah hilang dari pandangannya.

 


Menurut Zahrodah (60), tetangga sebelah rumah kosong, sejak 2007 rumah tersebut sudah tidak dihuni. "Ya sejak Bu Suratin sakit, rumah tak ditempati. Karena Bu Suratin dirawat di rumah anaknya,” katanya.

“Dulunya rumah tidak gelap dan tidak seseram sekarang karenanya lampunya dinyalakan. Tapi nggak tahu kenapa kok sekarang dipadamkan,” ucapnya.

Kata Zahrodah, rumah itu sebenarnya tidak selalu kosong. Karena ada beberapa orang yang sempat menempatinya. Tapi belakangan mereka diusir oleh pemiliknya karena perilakunya yang kurang berkenan. “Pernah ada duda yang tinggal di rumah itu bersama kedua anaknya yang cantik-cantik. Tapi karena rumah itu akhirnya jadi tempat nongkrong pemuda desa lain sampai malam, akhirnya mereka disuruh pergi,” terangnya.

Lalu ada wanita penjual sayur yang menempati rumah itu. “Gratis, tak perlu bayar sewa. Tapi karena ia tak mau bayar listrik, penjual sayur itu juga diusir oleh Pak Syafii,” bebernya.

Yang dimaksud Pak Syafii adalah Imam Syafii (59), anak sulung pemilik rumah. Rumahnya hanya sekitar 300 meter dari rumah kosong orang tuanya. Syafii tak percaya soal cerita hantu di rumah orang tuanya. “Tapi memang makhluk ghaib itu ada kok, hanya saya gak pernah ketemu langsung," katanya.

Seingat Syafii sejak keluarganya tinggal di rumah itu sering didatangi dukun. "Adik saya yang perempuan yang meninggal, Binti Zulaikah, sejak kecil sakit-sakitan. Para dukun itu bilang, di tempat tumbuhnya bambu kuning itu memang jalan raya alam ghaib," tuturnya. Tapi menurutnya sang adik meninggal bukan karena hal-hal ghaib, melainkan karena penyakit TB dengan pembengkakan jantung.

Seorang tetangga Syafii, Sarjono (62) yang tinggal persis di sebelah timur rumah kosong itu mengaku tak pernah merasakan hal-hal aneh. "Kalau dulu memang suka dengar suara seperti orang menyapu atau anak-anak guyon. Tapi itu dulu, sekarang gak pernah ada apa-apa. Wong saya suka keluar malam, ke belakang juga gak ada apa-apa," ungkapnya.

Tak ingin menjadi sumber kegaduhan, apalagi sampai viral di youtube, Syafii berniat akan membongkar rumah orang tuanya itu. “Kalau nggak akan semakin banyak orang datang ke sini. Ada paranormal sengaja datang dengan maksud ingin menjajal ilmunya. Ada yang terang-terangan ingin cari nomor togel. Malah kemarin ada wanita dari Sragen yang berniat meninggalinya. Ketika saya bilang rumah itu ada hantunya, wanita itu malah bilang: wah itu yang saya cari pak,” kata Syafii sambil geleng-geleng kepala.

Niat Syafii untuk membongkar rumah kosong itu sudah bulat. “Saya sudah rundingan dengan adik saya. Nanti setelah selesai musim hujan, rumah itu saya bongkar, saya ratakan dengan tanah. Begitu juga rerimbunan bambu kuning itu akan saya tebang, biar pemandangannya lebih terang. Orang nggak takut lagi dan nggak berpikir macam-macam,” katanya serius. (*)

 

 

     Di mana anda bisa datang dan berkonsultasi dengan Jeng Asih?

JAKARTA :
Hotel Melawai 2 Jl Melawai Raya No 17 Blok M Jakarta Selatan Tlp (021) 2700447 Hp 08129358

PATI :
Jl Diponegoro No 72 Pati-Jawa Tengah Tlp (0295) 384034 Hp 08122908585 [Selasa dan Rabu]

BATAM :
Nagoya Plaza Hotel [Setiap Kamis dan Jumat (Minggu I)]

 

10 Terpopuler