Meski bangunannya sudah dibongkar dan diratakan pada 2008, namun kangkeran Rumah Pondok Indah masih membekas sampai sekarang. Bagi mereka yang menyukai cerita-cerita seram, berbagai kisah seputar rumah di Jalan Metro No 83 Pondok Indah, Jakarta Selatan, itu tak akan lekang dimakan zaman.


Selain menakutkan, kisah tentang Rumah Pondok Indah juga menarik untuk didengar karena dibumbui cerita-cerita lain yang terdengar seperti kisah nyata dan benar-benar terjadi. Melihat peluang bisnis terbuka lebar, Sutradara Rudy Soejarwo mengangkat kisah Rumah Pondok Indah ke layar lebar pada 2006 dengan judul yang sama. Seperti diduga: penonton membeludak, gedung bioskop penuh!  

Kisah mistis Rumah Pondok Indah dimulai pada 1983. Saat itu rumah tersebut dihuni 7 keluarga asing (WNA). Suatu malam, terjadi perampokan sadis yang menimpa keluarga asing itu. Mereka semua tewas dihabisi perampokan. Sayangnya, polisi tak mampu membongkar kasus ini dan menangkap pelakunya. Sampai sekarang.

 

Tapi benarkah peristiwa pembunuhan yang menewaskan 7 keluarga asing itu pernah ada? Entahlah. Hasil browsing di internet, tak ditemukan peristiwa pembunuhan seperti yang diungkapkan di atas.

Meski agak sulit dibuktikan kebenarannya, cerita Rumah Pondok Indah terus bergulir. Semakin lama semakin membesar bak bola salju. Kisah-kisah seram lain yang mengiringi keangkeran Rumah Pondok Indah bermunculan. Intinya, setelah meninggal dibantai perampok, 7 arwah keluarga WNA itu menjadi hantu jahat yang suka mengganggu tetangga sekitar.

Pendeknya, sejak itu warga yang tinggal di sekitar Rumah Pondok Indah menjadi tidak tenang. Teror makhluk halus yang menghuni rumah yang dibiarkan kosong tak terurus itu menjadi-jadi. Beberapa kali warga melihat sosok menyeramkan lalu-lalang di rumah tersebut.

Sebelum dibiarkan kosong, rumah itu sempat disewakan. Namun para penyewa tak betah berlama-lama karena terus diusik oleh hantu penghuni rumah tersebut. Rumah Pondok Indah juga ditawarkan untuk dijual, tapi meski harganya sangat miring tak seorang pun berniat membelinya.  

Saat itu kabar tentang Rumah Pondok Indah yang berhantu sudah merebak ke mana-mana dan bukan menjadi rahasia umum. Karenannya, orang akan berpikir seribu kali jika ingin mendapatkan rumah tersebut.

 


Untuk membersihkan rumah itu dengan mengusir roh-roh jahat yang bersemayam di dalamnya, pernah dicoba dilakukan pihak bank pemenang lelang Rumah Pondok Indah. Namun lusinan orang pintar dari beberapa kota di Jawa yang dikerahkan tak mampu membuat kawanan hantu itu pergi. Bahkan menurut pengakuan seorang paranormal, jumlah mereka semakin banyak. “Karena roh-roh jahat dari tempat lain ikut bergabung. Mereka merasa nyaman berada di rumah itu.”  

Angkernya Rumah Pondok Indah menarik keinginan kru TV stasiun swasta unntuk membuat liputan. Syuting di lokasi dilakukan hingga jauh malam. Beberapa paranormal ikut hadir sebagai nara sumber. Warga sekitar ikut menonton. Seorang penjual nasi goreng tak mau ketinggalan, ia mendorong gerobaknya persis di depan Rumah Pondok Indah. Berharap rezeki datang.

Nasib penjual nasi goreng itu lagi mujur. Banyak warga dan kru TV yang memesan nasi gorengnya. Ketika nasi di bakulnya tersisa 2-3 porsi, seorang wanita muda datang mendekat. Ia minta dibuatkan 2 porsi. “Dibungkus ya. Tolong nanti diantar ke dalam,” kata wanita tadi sambil menunjuk kea rah Rumah Pondok Indah.

Setelah nasi goreng pesanan itu siap dan dibungkus, si penjual bergegas membawanya ke dalam Rumah Pondok Indah. Beberapa warga melihat dengan heran. Ada juga yang berteriak mengingatkan agar penjual nasi goreng itu tidak masuk ke dalam Rumah Pondok Indah. Namun peringatan ini seperti tidak didengarkan. Langkah penjual nasi goreng itu tetap mantap, melangkah ke dalam gelapnya rumah besar yang sudah lama dibiarkan kosong itu.

Namun hingga lewat tengah malam ketika kru TV telah meninggalkan lokasi dan sebagian besar warga telah pulang ke rumah, penjual nasi goreng itu belum juga kelihatan batang hidungnya. Ia belum  keluar dari Rumah Pondok Indah. Gerobak jualannya masih di situ. Orang-orang pun ribut. Geger.  

Dengan didampingi seorang paranormal, beberapa warga memberanikan diri masuk ke dalam Rumah Pondok Indah. Sudut-sudut rumah itu ditelisik dengan senter. Mereka berharap bisa menemukan penjual nasi goreng. Namun hingga fajar, upaya itu tak membuahkan hasil. Warga akhirnya membubarkan diri. Gerobak nasi goreng diamankan di balai RW.   

Sepekan kemudian, puluhan teman penjual nasi goreng itu ngeluruk ke Rumah Pondok Indah. Mereka tidak datang dengan tangan kosong, namun membawa seperangkat ubo rampe dan pelengkap lainnya untuk mengusir roh jahat lain. Seorang paranormal dari Jawa Tengah yang konon terkenal sakti turut diajak pula.
 
Seharian itu mereka menggelar ritual dipimpin paranormal sakti tadi. Seekor ayam cemani dan burung gagak disembelih. Darahnya dicipratkan di seluruh area Rumah Pondok Indah. Bau kemenyan yang dibakar memenuhi sudut-sudut ruangan. Beberapa pria mengibas-ngibaskan sapu lidi sambil berteriak, “Ayo lepaskan temanku…ayo lepaskan!”
Namun hingga menjelang Mahgrib, upaya mistis itu tak membuahkan hasil. Teman-teman penjual nasi goreng itu putus asa. Mereka mengemasi berbagai peralatan ritual. Lalu meninggalkan Rumah Pondok Indah begitu saja. Mereka menyerah.

Hingga kini kabarnya penjual nasi goreng itu tak pernah ditemukan. Tak jelas raib ke mana. Sementara teror penghuni gaib Rumah Pondok Indah terus berlangsung. Suatu ketika, Toni (bukan nama sebenarnya), naik motor bersama sang istri dan lewat persis di depan Rumah Pondok Indah. Tak ada yang aneh, perasaan Toni biasa saja. Namun setelah beberapa meter ia baru merasakan motornya menjadi ringan. Begitu menoleh, ternyata istrinya sudah tidak ada di boncengan.
Dengan perasaan was-was, Toni memutar motornya. Ia kembali ke arah semula. Dari kejauhan ia melihat tubuh istrinya terlentang di tengah jalan. Istrinya pingsan. Lokasinya persis di depan Rumah Pondok Indah.

Kali lain, seorang sopir taksi mendapat penumpang seorang wanita setengah baya. Tanpa curiga, sopir taksi membuka pintu dan mempersilakan wanita itu masuk ke dalam taksinya. Namun setelah berjalan sekitar 2 km, si sopir kaget bukan main. Karena penumpang wanita tadi tiba-tiba menghilang. Celingukan, sopir taksi tersebut mencoba mencari keberadaan penumpangnya. Nihil. Kursi belakang tetap kosong.

Karena penasaran, sopir taksi itu kembali ke tempat penumpang wanita tadi menghentikan kendaraannya. Tepat di depan sebuah rumah besar yang tak terurus dan terlihat kosong. Sopir taksi itu baru sadar ia mengangkut penumpang dari Rumah Pondok Indah. Seketika itu, bulu kuduknya meremang. Cepat-cepat ia tancap gas meninggalkan rumah angker tersebut. (*)

 

 

     Di mana anda bisa datang dan berkonsultasi dengan Jeng Asih?

JAKARTA :
Hotel Melawai 2 Jl Melawai Raya No 17 Blok M Jakarta Selatan Tlp (021) 2700447 Hp 08129358

PATI :
Jl Diponegoro No 72 Pati-Jawa Tengah Tlp (0295) 384034 Hp 08122908585 [Selasa dan Rabu]

BATAM :
Nagoya Plaza Hotel [Setiap Kamis dan Jumat (Minggu I)]

 

10 Terpopuler